Skip to main content

Command Palette

Search for a command to run...

Hidupkan Hati

Updated
3 min read
Hidupkan Hati
O

Semua hal yang bisa dituliskan adalah pengalaman berharga untuk hidup di masa depan. Selamat membaca dan terima kasih sudah mengunjungi blog kami.

Opiniku | 19 November 2021 - Salah terus ya memang kita tempatnya salah. Dosa terus ya begitulah manusia. 'Angot-angotan' ya begitulah nafsu kita tidak pernah stabil. Berapa kali kita menyesal karena sudah berbuat dosa? Juga berapa kali setelah bertaubat kita 'bikin' dosa lagi? Mungkin tak terhitung jumlahnya. Selalu begitu dan begitu selalu. Cuma... Mau sampai kapan? Ayolah kita coba berhenti pada titik Istiqomah. Titik dimana kita terus menaiki anak tangga menuju kehidupan yang lebih benar. Baik saja tidak cukup kalau belum benar. Kalau kita menjumpai 'dermaga' benar, sudah dipastikan kita baik. Tentu saja, baik disini adalah 'baik' menurut Allah bukan hanya baik menurut manusia.

Berpikir saja tidak cukup. Karena terlampau 'capek' berpikir membuahkan kegelisahan. Sibukanlah hati kita dengan dzikrullah. Penuhilah ruh kita dengan 'taqorrub ilallah'. Sehingga akan kita dapati sejatinya ketenangan dalam hati kita.

Mari kita melihat dengan hati. Hidupkanlah hati kita. Rasakanlah setiap 'Kalimatut thoyyibah' yang terucap oleh lisan dengan hati kita. Untuk sampai kepada 'khusyu' tidak cukup hanya faham makna dan arti saja. Karena terlampau aktifnya akal memaknai sesuatu, sehingga tatkala berdzikir, pikiran kita menjadi penghalang koneksi kepada sang Maha Pencipta. Masalahnya, waktu berdzikir kita hanya melibatkan akal saja tanpa 'ngajak-ngajak' hati. Lisan yang mengucap, akal yang memahami dan hati yang merasakan, harus menjadi satu kesatuan dalam satu garis lurus menuju sang Kholiq. Sehingga kelezatan sejati berdzikir akan kita peroleh. Tentu saja itu tidak mudah. Tentu bukan hal yang ringan. Tapi inilah amal spesial. Seberat apapun mesti kita latih dan terus dilatih. Tidak peduli berapa tahun lamanya. Suatu saat, jika Allah berkehendak, maka kita akan merasakan nikmatnya 'Khusyu' dalam berdzikir.

Kapan itu terjadi? Disaat kita ditakdirkan bertemu dengan seorang Mursyid yang ikhlas tanpa diminta 'mentalqinkan' dzikir kita sehingga sampailah kepada titik khusyu' sejati. Inilah anugerah luar biasa. Inilah mutiara yang diambil dari dasar lautan. Semoga Allah memberikan takdir kepada kita menjadi orang-orang yang terpilih. Aamiin...

Dalam proses menuju itu, apa yang harus kita lakukan?

Bicaralah dengan cara yang berbeda. Pandanglah sesuatu dengan cara lain. Rasakanlah sesuatu pada hal yang sebenarnya. Kalau setiap manusia berpotensi untuk 'baper', maka 'baperlah' ketika berdo'a dan baperlah saat berdzikir. Itu sebagai bukti, sebagaimanapun kapasitas kita sebagai manusia, sungguh memiliki potensi untuk 'khusyu' dengan kemampuannya masing-masing. Jangan tinggalkan dzikir ketika hati sedang tidak hadir. Jangan tinggalkan dzikir ketika kita sedang tidak 'mood'. Berpikirlah positif, ketika kita berdzikir saat hati kita tidak hadir dan tidak merasakan apa-apa. Bukan berarti Allah tidak melihat kita. Tapi mungkin itulah cara Allah mengingatkan kita makhluk yang lemah ini, sebuah perbedaan rasa hati yang hadir dengan hati yang tidak hadir. Sehingga ketika Allah anugerahkan hadir hati kita. Sensasi yang kita rasakan akan betul-betul kita nikmati.

Karenanya jagalah hati kita masing-masing. Cepatlah basuh ketika ia kotor, obatilah saat ia sakit dan hidupkanlah saat ia mati. Bagaimana caranya? Perbanyaklah berdzikir kepada Allah SWT. Wallahu a'lam


Penulis : A. Zahari Aksam - ATTAQWA HMD

PRATAMA PRODUCT : Video Company Profile, Video Safety Induction, Short Movie

A

Bagaimana agar hati kita selalu hidup dan menjadi tenang,?

1
O
Opiniku1y ago

Istiqomah dalam ibadah dan berdzikir. Biasakan berpikir positif kepada apa yang terjadi

1

More from this blog

A

Abby Baca

47 posts

AbbyBaca adalah Blog yang membahas seputar masalah Agama, Kehidupan, Bisnis, Minat dan peluang. Semoga bermanfaat untuk anda. Terima kasih sudah membaca.