Membantu atau Dibantu?

Opiniku | 29 April 2021 - Ketika kita mempunyai uang dari pekerjaan yang kita lakukan. Kemudian, datanglah seorang teman meminta tolong. Ia dalam kondisi membutuhkan keuangan. Kita membantunya dengan meminjamkan uang atau memberikannya secara cuma-cuma. Maka kita langsung meng-klaim "sudah membantu dia".
Apakah benar, kita yang membantu meraka?
atau sebaliknya, justru merekalah yang membantu kita?
Kenapa saya akhiri dengan pertanyaan itu? Karena inilah hal terpenting yang harus kita fahami. Yang selama ini kita sebut-sebut membantu orang lain, bisa dalam bentuk memberi uang, memberi makan, membantu dengan tenaga dan membantu dengan pikiran, sejatinya bukan kita yang sudah membantunya, tetapi... kitalah yang sebenarnya sudah ditolong olehnya. Karenanya, yang seharusnya mengucapkan terima kasih itu kita bukan mereka. Kita sudah ditolong sama dia. Itu FAKTA.
Masih bingung? Mari kita bahas secara detil. Lewat sebuah pekerjaan kita punya uang, terus uang itu kita berikan kepada orang yang membutuhkan. Orang yang diberi uang akan berdoa untuk segala hal yang akan diqobulkan Allah SWT. Baik dari pengabulan hajat kita ataupun dari tertolaknya bencana. Sebab dari Allah yang memberikan kesempatan kita memberi, maka akibatnya kita mendapatkan pengabulan doa juga pertolongan dari bencana. Jadi... Kita sudah ditolong sama dia. Secara kasat mata memang betul kita yang membantunya, tetapi hakekatnya kitalah yang sudah dibantu olehnya.
Banyak orang yang kaya tapi hidupnya memprihatinkan. Ia tidak pernah dibantu orang susah, tidak pernah ditolong orang miskin bahkan tidak pernah didoakan anak yatim. Selalu hilang kesempatan untuk berbagi. Kerapkali sombong dengan perolehannya sendiri. Padahal sejatinya itu adalah pemberian dari Allah SWT. Jadi... Merekalah yang sejatinya membutuhkan uluran tangan untuk ditolong.
Karenanya, tatkala dirumah sedang santai. Tiba-tiba datanglah seorang pengemis atau yang meminta sumbangan, atau juga pengamen.... Sambutlah dengan bahagia. Karena merekalah yang datang ke rumah untuk menolong kita. Berterima kasihlah kepadanya yang sudah jauh-jauh melangkahkan kaki menolong kita. Seharusnya... Kalau kita faham. Kitalah yang menderita itu. Kitalah orang susah itu. Kita yang harus mencari para penolong kita. Kita jemput mereka dengan segala kemampuan yang kita miliki.
Menolong sebenarnya ditolong. Membantu sebenarnya dibantu.
Untuk memahami semua ini butuh proses panjang. Karena kita merasa baik-baik saja, kita merasa tidak ada masalah atau yang lainnya. Jadi tak perlulah kita minta tolong kepada orang yang membutuhkan supaya mendoakan kita.
Justru ketika kita baik-baik saja. Kita harus rajin "ditolong" orang lain. Karena kehidupan tidak pernah kita ketahui. Sebab kita banyak "ditolong" diwaktu sehat, maka... Penyakit yang seharusnya menghampiri kita akan tertolak terus. Sehingga kita senantiasa sehat. Kesulitan masalah usaha yang akan menghancurkan kita akan tertolak terus. Sehingga senantiasa stabil dan meningkat.
Bersyukur atas nikmat dari Allah adalah banyak memberi kepada orang lain. Berterima kasih kepada Allah dengan cara berdzikir, berterima kasih kepada para ulama dengan cara berdoa dan berziarah, berterima kasih kepada orang dengan memberi apa yang kita bisa.
Hiduplah untuk memberi. Karena itulah cara kita mendapat pertolongan hakiki.
Penulis : A. Zahari Aksam - ATTAQWA HMD
PRATAMA PRODUCT : Video Company Profile, Video Safety Induction, Short Movie





