Skip to main content

Command Palette

Search for a command to run...

Menerima Bukan Mengatur

Updated
2 min read
Menerima Bukan Mengatur
O

Semua hal yang bisa dituliskan adalah pengalaman berharga untuk hidup di masa depan. Selamat membaca dan terima kasih sudah mengunjungi blog kami.

Opiniku | 30 November 2021 - Semakin tinggi pohon, maka angin akan semakin keras menerpanya. Begitulah risiko hidup di dunia ini. Dahulu memang tidak ada angin yang menggoda, tapi hanya terinjak kaki karena kita sebagai rumput. Apapun bentuknya diri kita mesti terjerat oleh risiko dan takdir dari sang Maha Kuasa.

Tidak ada badai di pinggir pantai. Seperti tak terasanya angin sepoi-sepoi di tengah laut. Namun sesekali, tatkala pantai sedang tenang, tiba-tiba muncul tsunami yang menerjang pesisir pantai. Hidup memang punya risiko. Tapi risiko tidak bisa ditebak dan dikira-kira. Seandainya kita faham, tentu tak perlu kita berteriak 'sakit' ketika kaki menginjak duri. Bukan sakit karena terinjak durinya. Tetapi pandanglah makna setelah sembuhnya kaki kita. Sampaikah kita memahami betapa indahnya duri yang terinjak oleh kaki kita.

Mengalir seperti air, perlahan tumbuh seperti pohon dan berubahnya ulat menjadi kupu-kupu. Proporsi manusia adalah 'diatur' bukan 'mengatur'. Kalau sudah banyak kesadaran kita soal itu, maka sakit bukan masalah, masalah bukanlah beban, posisi hanyalah peran, harta hanyalah titipan, ibadah menjadi kebutuhan, kemuliaan adalah pemberian dan semua hal yang kita alami menjadi sangat indah. Kecerdasan manusia adalah menerima dan merasakan, bukan mengatur dan menentukan. Kendati terlihat kita sedang mengatur sesuatu pun, sejatinya kita sedang menerima kemampuan Dari Allah untuk mengatur sesuatu.

Buat anda yang masih membenci orang lain, masih suka curiga dengan perbuatan orang lain, masih angkuh terhadap pencapaian diri sendiri, masih suka membangga-banggakan martabat keluarga, masih suka merasa lebih bisa dari orang lain, masih merasa lebih baik dari orang lain, masih merasa lebih cerdas dari orang lain, masih merasa level lebih tinggi dari orang lain, masih suka menyalahkan orang lain, masih suka menilai orang itu pantas atau tidak pantas dan semua sifat merasa-merasa.... Berarti bukti bahwa anda masih BODOH.


Penulis : A. Zahari Aksam - ATTAQWA HMD

PRATAMA PRODUCT : Video Company Profile, Video Safety Induction, Short Movie

V

Mantap

1
T

Makanya jangan ngatur terus. Belajar dong menerima keadaan

2
X
Xiajiyun1y ago

Mengalir seperti air, perlahan tumbuh seperti pohon dan berubahnya ulat menjadi kupu-kupu. Proporsi manusia adalah 'diatur' bukan 'mengatur'.

More from this blog

A

Abby Baca

47 posts

AbbyBaca adalah Blog yang membahas seputar masalah Agama, Kehidupan, Bisnis, Minat dan peluang. Semoga bermanfaat untuk anda. Terima kasih sudah membaca.