Manusia Atau Binatang

Opiniku | 30 September 2021 - Soal memperebutkan sesuatu, kucing dan ayam sudah biasa berebut makanan. Kucing yang lebih dahulu mendapatkan daging, dengan sekuat tenaga berjuang mempertahankan mangsanya, bahkan kerap kali mengeram dan mencakar tatkala ayam hendak mengambil makanannya.
Dunia ini mereka maknai sebagai tempat untuk bertahan hidup. Makanan adalah kebutuhan primer yang harus diperjuangkan. Meski kadang mencuri ikan goreng di dapur kita. Bahkan sang kucing tega mencakar anaknya demi makanan dan tak segan melukai siapapun demi hasratnya.
Itulah binatang. Dunia mereka bernama Rimba. Siapa yang kuat dialah yang berkuasa. Tidak ada aturan halal haram, tidak berlaku salah dan benar juga tidak ada dosa dan pahala.
Belajarlah dari binatang. Kalau ada didalam diri kita sifat-sifat hewani, maka belajarlah menjadi manusia sejati. Hilangkanlah sifat-sifat hewani dalam diri kita, seperti : Rakus, menganiaya, sombong, tidak punya malu, liar, pemarah, tidak beretika, tidak menghargai, pelit, malas, apapun dimakan dan masih banyak lagi.
Manusia akan seperti binatang bahkan melampaui binatang, tatkala tidak memiliki ilmu. Sebab ilmu manusia akan : merasa cukup, bertoleransi, menyayangi, rendah hati, punya rasa malu, patuh kepada perintah, disiplin, sabar, beretika, menghormati dan menghargai, tawakkal, ikhlas, dermawan, rajin, selektif bertindak, tho'at dalam ibadah, meninggalkan semua yang dilarang Alloh dan masih banyak lagi.
Penulis : A. Zahari Aksam - ATTAQWA HMD
PRATAMA PRODUCT : Video Company Profile, Video Safety Induction, Short Movie





